Selasa, 19 April 2016

Morphology



Morphology, in linguistics, is the study of the forms of words, and the ways in which words are related to other words of the same language. Formal differences among words serve a variety of purposes, from the creation of new lexical items to the indication of grammatical structure.
In lingusitics, morphology is the identification, analysis and description of the structure of a given language's morphemes and other linguistic units, such as root words, affixes, part of speech, intonation and stresses, or implied context. In contrast, morphologycal typology is the classification of languages according to their use of morphemes, while lexicology is the study of those words forming a language's wordstock.

There are three principal approaches to morphology and each tries to capture the distinctions above in different ways:
  • Morpheme-based morphology, which makes use of an item-and-arrangement approach.
  • Lexeme-based morphology, which normally makes use of an item-and-process approach.
  • Word-based morphology, which normally makes use of a word-and-paradigm approach.
While the associations indicated between the concepts in each item in that list are very strong, they are not absolute.

We have seen above that the forms of words can carry complex and highly structured information. Words do not serve simply as minimal signs, arbitrary chunks of sound that bear meaning simply by virtue of being distinct from one another. Some aspects of a word’s form may indicate the relation of its underlying lexeme to others (markers of derivational morphology or of compound structure), while others indicate properties of the grammatical structure within which it is found (markers of inflectional properties). All of these relations seem to be best construed as knowledge about the relations between words however: relations between whole lexemes, even when these can be regarded as containing markers of their relations to still other lexemes; and relations between word forms that realize paradigmatic alternatives built on a single lexeme’s basic stem(s) in the case of inflection.  These relations connect substantively defined classes in a way that is only partially directional in its essential nature, and the formal connections among these classes are signalled in ways that are best represented as processes relating one shape to another.

Selasa, 05 April 2016

Phonology



What is Phonology?

 The study of the sound system of a language; how the particular sounds contrast in each language to form an integrated system for encoding information and how such systems differ from one language to another.
Phonology is a branch of lingusitics concerned with the systematic organization of sounds in languages. It has traditionally focused largely on the study of the systems of phonemes in particular languages (and therefore used to be also called phonemics, or phonematics), but it may also cover any linguistic analysis either at a level beneath the word (including syllable, onset and rime, articulatory gestures, articulatory features, mora, etc.) or at all levels of language where sound is considered to be structured for conveying linguistic meaning. Phonology also includes the study of equivalent organizational systems in sign languages.


THE DIFFERENCE BETWEEN PHONOLOGY AND PHONETICS

Phonology is, broadly speaking, the subdiscipline of linguistics concerned with "the sounds of language".
Phonetics is,   a branch of linguistics that comprises the study of the sounds of human speech.


 1.    Linguistics adalah suatu bidang ilmu yang mengarah kepada study bahasa. Linguistics dapat di katakan sebagai aturan yang di gunakan dalam bahasa yang mengkaji semua wujud dan aturan-aturan dalam berbahasa, yang mana linguistics atau ilmu bahasa tersebut tidaklah tertumpu kepada satu bahasa saja, akan tetapi berbagai macam ragam seni berbahasa di dunia ini.

Language dapat di sebut sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat yang berupa symbol bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia dan system komunikasi yang mempergunakan symbol-symbol vocal ( bunyi ujaran ). Selain itu bahasa juga merupakan tanda yang jelas untuk menentukan kepribadian seseorang yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas untuk membedakan dai ras, suku, marga keluarga dan bangsa.

2.   Linguistics dapat di timbulkan melalui organ tubuh manusia terutama dalam jasmani. Adapun bagaimana kita dapat memahaminya terdapat pada proses berbicara dengan begitu kita dapat mengetahui maksud dari apa yang telah orang bicarakan secara jelas, kita dapat memahami dengan jelas kejadian dan fakta yang ada dengan kebenaran yang di jelaskan.

      Linguistics knowledge adalah pengtahuan dalam mempelajari bahasa yang mencakup tentang pengetahuan tata bahasa, symbol-symbol bahasa dan semua yang berhubungan dengan tata bahasa. Linguistics knowledge juga merupakan suatu gabungan dari kuantitas suatu ilmu tata bahasa dengan informasi yang di ketahui oleh seseorang yang aspek bahasanya tidak perlu di perhitungkan lagi dalam tata bahasa.
     
      Linguistics performance adalah ilmu bahasa yang mempelajari tentang bagaimana berbahasa dengan baik, sopan dan benar ketika berinteraksi dengan orang lain agar mendapatkan kesan yang baik.

3.   Language related to brain, istilah ini menyebutkan bahwa bahasa dan otak saling berkesinambungan. Kedua bagian ini sangatlah erat hubungannya dimana otak berperan penting terhadap perkembangan bahasa. Adapun cara bahasa masuk ke dalam otak meliputi berbagai proses, yakni bahasa masuk ke dalam otak di awali melalui proses pendengaran kemudian di rekam dan di simpan ke dalam otak yang di dalamnya  dip roses olewh organ yang namanya neuro untuk di sampaikan. Karena banyak bahasa yang dapat di hasilkan oleh otak, yang mana otak memikirkan suatu bahasa dan bahasa itu di keluarkan dalam bentuk suara oleh mulut maka bunyi yang di hasilkan oleh mulut inilah yang di sebut bahasa. Apabila terjadi kerusakan dalam otak maka bahasa akan terbatas karena otak tidak mengahasilkan atau tidak banyak memproduksi bahasa.

4.   Grammatically adalah himpunan structural aturan yang mengatur susunan kalimat, frasa dan kata-kata yang di berikan secara alami. Grammatically juga biasa di gunakan dalam pembetulan atau penjelasan maksud dan tujuan dalam suatu bahasa tentang makna yang terkandung di dalam penyampaiannya.

5.   Lexion adalah koleksi leksem pada suatu bahasa, istilah ini berasal dari bahasa yunani yang kurang lebih bermakna ‘perihal kata’. Lexion juga di sebut sebagai komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa, singkatnya lexion adalah suatu bahasa dengan kosa kata termasuk di dalamnya kata-kata dan ekspresi.

6.  Morphemes adalah bagian terkecil dari kata yang mana bagian terkewcil itu memiliki makna atau arti. Morphemes juga menjelaskan tentang bagian terkecil dalam bahasa yang dapat di bagi dalam 2 bunyi.
     Contoh: love – loved
        Run – runs


     Words merupakan unsure utama pembentuk phrasa, klousa dan kalimat. Terdapat dua unsure utama dalam kata yaitu kata dasar dan berimbuhan (akhiran, awalan atau sisipan)
     Contoh: Tangis (kata)
       Menangis (berimbuhan)

      Prase merupakan beberapa kata yang mengandung arti tertentu atau di sebut juga suatu ucapan/ungkapan yang di sampaikan kepada seseorang untuk memenuhi suatu keinginan yang di maksud.
     Contoh: buku itu bagus
        komputer baru

Sentences adalah gabungan dari beberapa kata yang memiliki makna tertentu. Sentences terdiri dari beberapa kata yang di gabungkan dan mempunyai kaitan antara satu kata dengan kata lainnya, dan terdiri dari subjek dan predikat.
     Contoh: Monika sedang memasak di dapur.
        Ayah sedang bekerja di sawah.

      7.  homophones – orthopist
Kata yaqng sama lafalnya dengan kata lain tetapi berbeda ejaan dan         maknanya.
      Contoh: Masa dan massa
         Sangsi dan sanksi
         Bisa (racun) dan Bisa (mampu)

Orthography – hyponyms
      Adalah system ejaan suatu bahasa atau gambaran bunyi bahasa yang berupa tulisan atau lambang.
Contoh: Negara=staet=stat
         Danau=laek=lak
         Tikus=mouse=mous

Entailment – contradiction
Adalah hubungan antara satu kalimat dan sebuah kalimat lainnya tetapi    memiliki makna yang berbeda.
      Contoh: Bejalan><tidak berlari
         Duduk><berdiri
         Ramai><sepi

Metaphons – idioms
Merupakan cara sistematis seperti kata tunggal yang yang tidak hanya mempunyai satu fungsi.
Contoh: Kick the bucked
        Fly off the handle
        Spill the beans

      8.  Phonology adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata     bunyi/kaidah bunyi dan cara menghasilkan. Phonology merupakan bagian penting dari suara atau bunyi di dalam pengucapan bahasa.

Phonetics adalah hasil berupa suara atau bunyi yang di hasilkan oleh huruf yang kita ucapkan sebagai pembeda fungsi makna yangt kita maksud.

Perbedaannya adalah dimana phonology mempelajari tentang pengucapan bunyi sedangkan phonetics adalah sebagai hasil dari pengucapan bunyi yang berbentuk suara dan di gunakan sebagai alat komunikasi.

9.   Rules off phonology
-          Phonetic
-          Alat ucap
-          Proses fonasi
-          Klasifikasi bahasa
-          Klasifikasi vocal
-          Silabel

        Fungsi phonology
1.    Untuk mengetahui perubahan bunyi suara pada suatu kata.
2.    Mempelajari cara kerja organ tubuh manusia terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa.
3.    Mempelajari tentang proses pembentukan bunyi, penyampaian/ pengucapannya.

10.   Language change merupakan penomena yang berkenaan dengan ilmu phonetics, morphological, sematic, syintatic dan corak bahasa lainnya yang berganti dari wktu ke waktu, di mana bahasa itu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan zaman itu sendiri dan perubahan atau pergantian itu sendiri terjadi pada bunyi bahasa tersebut, hal ini di sebabkan oleh perbedaan dan kemajuan dalam pengucapan bahasa karena bahasa itu berkembang dan berubah mengikuti perkembangan zaman.

Phonology

Phonology adalah ilmu yang mempelajari tentang suara. Ilmi ini sangat penting karena phonology dalam bahasa inggris sangatlah mirip.